Kamis, 09 Juni 2011

Sekardus mie, hadiah untuk sang juara


Tergelitik ketika membaca status adik seorang teman di fb yang menginginkan pasang behel sebagai hadiah telah lulus ujian nasional SMP tahun ini. Dia begitu ngotot untuk segera memasang behel, sementara kakaknya ngotot untuk membeli hp. Yah, ababil jaman sekarang, ada trend sedikit aja langsung ikut-ikutan. Karena sekarang ini lagi ngetrend-trendnya behel, makanya banyak yang ngebet banget pasang behel.

Berbeda denganku ketika sekolah dulu. Ketika itu adalah aku masih duduk di kelas 3 SD. Jauh-jauh hari ketika ujian akhir sekolah, aku mengajukan tawaran hadiah jika aku keluar sebagai juara kelas. Jika juara 1 aku minta dibelikan sekardus indomie goreng, 40 bungkus, makanan kesukaanku saat itu. Saat itu aku yakin akan keluar sebagai juara 1, sehinga untuk juara 2 dan 3 aku tidak terlalu memikirkan berapa bungkus indomie yang akan ku minta.

Hingga tibalah saat pengambilan raport, aku keluar sebagai juara 3. Tidak terbayangkan sebelumnya akan keluar sebagai juara 3. Sesampai di rumah pun aku tetap menagih sekardus mie yang pernah aku minta. Namun, karena aku bukan juara 1, maka ibu tidak memberiku sekardus mie, tapi 18 bungkus.

Jika mengingat ini lucu sekali. Hadiah yang biasanya diminta seorang anak adalah tas baru, sepatu baru, namun aku meminta sekardus mie.

Indomie goreng ditambah daun ketela yang masih muda, dan bawang putih, khas buatan bapakku, sungguh nikmat sekali. ehmmm yummmi.....



Selasa, 07 Juni 2011

Masa-masa indah bersamamu, Ibu....


Ibu, ingatkah engkau ketika kau menjemputku di sekolah dulu. Berjalan kaki sambil menuntun sepeda kecilku. Dan aku akan menaikinya dari sekolah menuju rumah, meninggalkanmu di belakang, berjalan kaki seorang diri di bawah terik matahari sambil membawakan tas milikku.

Ingatkah saat kau menangis ketika aku belum juga sampai di rumah. Mencari ku kemana saja dan memelukku ketika berhasil menemukanku. Maaf ibu telah membuatmu menangis, maafkan aku yang kala itu tidak meminta ijin akan main di rumah teman. sehingga membuatmu panik

Ingatkah engkau ketika menyambutku pulang dari sekolah dengan sebuah senyuman, kemudian menyiapkan makan siang untukku. Menungguiku makan dan akan bertanya ”besok minta dimasakin apa?”

Jumat, 03 Juni 2011

"TeTaJur" ala anak-anak Jurnalistik

Cerita tentang anak-anak jurnalistik yang biasa menyebut dirinya laksar biru. Kali ini cerita saat acara HIMA On The Wekeend. Acaranya masak-masak dengan bahan utama T2 alias tahu dan terong.

Cerita dimulai saat aku bangun kesiangan pagi itu gara-gara begadang sampe pagi buat nulis. Ditambah lagi badan yang kurang fit karena selama seminggu begadang terus-menerus lembur tugas. Bangun tidur sempet dilema mau berangkat apa gak. Pengen gak berangkat karena badan sakit semua, tapi di sisi lain gak enak kalo gak berangkat, HIMA OTW sebelumnya aku gak ikut, apalagi ada MPO yang datang dan juga ada rapat pleno setelah HIMA OTW.

Aku berangkat jam 8an dari rumah, aku lupa kapan tepatnya HIMA OTW dimulai, asal berangkat aja sambil mikir ”toh biasanya kalo bikin acara molor, pasti kali ini molor juga”

Di jalan sempet ngerasa gak enak badan, rasa-rasanya mau tumbang, badan kayak gak berisi. Takutnya pingsan di jalan karena belum sarapan juga, bahkan mimun aja belum.

Sebelum ke hima mampir dulu ke kopma buat beli aqua. Aku dapat jatah buat bawa minuman, karena galon di rumah pas habis makanya aku beli aqua di kopma.
Sesampai di taman ormawa ternyata udah banyak yang datang, uda pada masak dan goreng-goreng. Dan inilah para laskar biru yang sudah mulai memasak.

rajinnya ibu-ibu pkk ini

     

Selasa, 31 Mei 2011

Hal-hal yang berkesan di semester 4


Akhirnya berakhir juga semester 4 ini. Hari ini adalah kuliah terakhir di semester 4. Meskipun harus dibayar dengan perjuangan yang lumayan berat, lembur bikin media belajar sampai jam 2.30 pagi. Alhasil, paginya berangkat kuliah dengan mata panda hahaha tapi ternyata gak cuma aku, temen-temen yang lain juga lembur sampai pagi. Senasib seperjuangan yak….

kesibukan para Areg PIPA @sekret HIMA
 Nah, gambar di atas itu adalah saat-saat para Areg PIPA meneruskan tugas membuat media @sekret HIMA IPA. Semua orang sibuk dengan medianya masing-masing.

Berhubung hari ini adalah hari kuliah terakhir di semester 4, mau review sedikit apa aja yang uda dilakuin and didapetin selama satu semester ini. Di semester ini aku merasa lebih rajin dari semester sebelumnya. Rajin belajar dan mengerjakan tugas pastinya haha... Bukan, bukan itu kok. Aku merasa lebih rajin dalam hal bertanya aja, entah dalam diskusi presentasi atau apalah itu. Alasan utama mungkin bukan untuk mencari nilai ataupu menacri muka, aku cuma ingin membiasakan diri untuk berbicara di depan orang banyak. Aku emang mempersiapin diri untuk itu karena tahun depan udah KKN PPL, kalo gak biasa ngomong di depan orang banyak, bisa mati kutu aku ntar di depan anak-anak SMP waa bisa runyam urusannya.

Hal yang berkesan di semester ini salah satunya adalah aku diajar oleh seorang dosen yang sampai di detik ini aku kagumi. Sudah beberapa kali aku menulis tentang beliau ini, cuma belum aku posting di blog ini, beliau adalah bu Insih Wilujeng. Kepribadian beliau yang baik, pintar, ramah, cara mengajar yang menarik serta bersahabat dengan mahasiswa-mahasiswanya itulah yang membuatku mengagumi beliau. Subhanallah, hampir tidak percaya bisa diajar oleh Dosen seperti beliau.

bu Insih Wilujeng

Sabtu, 28 Mei 2011

My Inspiring Lecturer

Hari ini serangkaian kegiatan Science Competition Fair (SCF) yaitu kompetisi Guru IPa Idola dan LKTI dilaksanakan. Cerita tentang kegiatan ini sudah ku tulis di postingan sebelumnya. Di postingan ini aku akan menulis tentang Dosen Idola, bukan Guru Idola.

Dosen Idola, dosen yang aku kagumi selama menempuh pendidikan di prodi pendidikan IPA. Kebetulan, dosen idolaku semuanya menjadi juri Guru IPA Idola yaitu bu Asri Widowati dan bu Insih Wilujeng. Beliau-beliau ini juga yang membuatku semangat untuk berangkat melaksanakan kegiatan SCF hari ini.

Ku ceritakan dulu tentang bu Asri, yang sebelumnya juga pernah aku tulis percakapanku dengan beliau di postingan ini. Bu Asri, aku mengenal beliau pertama kali di mata kuliah yang beliau ampu, praktikum biologi dasar I. Kesan pertama melihat beliau saat itu: galak, menakutkan. Entah menapa dulu setiap kuliah beliau berlangsung, satu kelas menjadi kaku. 

Jumat, 27 Mei 2011

Kejaiban datang di saat tak terduga

Alhamdulillah, Subhanallah itulah kata-kata yang berkali-kali ku ucapkan hari ini. Why???

Begini ceritanya, kestressan ku tentang sertifikat, spanduk, uang dan lain-lain yang ku ceritakan dalam postingan sebelumnya, berbuah manis manis pada hari ini. Pagi hari saat berangkat kuliah, dengan kondisi badan yang kurang fit lantaran beberapa hari begadang ditambah stres mikirin masalah-masalah yang bertubi-tubi menyerangku. Di jalan saat naik motor aja aku kadang melamun, ini hal yang aku takutkan, takut kalo tiba-tiba nabrak atao jatuh.

Sesampai di kampus sekitar setengah 8 lebih, di sana temen-temen satu kelompok udah pada ngerjain LKs, jadi gak enak karena gak ikut ngerjain dan karena aku Cuma ”urun” foto ma cover LKS. Yap, LKS baru aku edit tadi pagi, itu pun Cuma nambahin foto ma bikin cover, judul dan isi Cuma beberapa persen yang aku utak-atik. Maafkan aku teman-teman (zam, duria, nita, mb ris) aku pusing dan capek, gak bisa konsen, semalem langsung tidur saking capeknya.

Setelah bikin LKS, langsung kuliah PPD, kuliah tambahan sih, ikut review sampe jam setengah 12. Abis kuliah langsung makan di soto rembang karena di ajak fina, din erly dan nita. Sebenarnya agak mikir-mikir mau makan di sana, alasannya karena lagi butuh uang dan di sana paling gak makan habis 7rebu. Tapi akhirnya ngikut juga. Satu hal yang berbeda yang aku rasakan siang itu, aku merasa mereka sangat bahagia, bercanda sepanjang jalan, tertawa-tawa bercanda. Aku tau apa penyebabnya, karena kuliah minggu ini uda berakhir, mereka sama-sama stres kaya aku, tiap malem harus begadang demi tugas-tugas yang menumpuk. Ho’o to cah????

Kamis, 26 Mei 2011

about today

Hari ini, bukan hari sial sebenarnya, hari penuh ujian dan cobaan tepatnya. Banyak masalah, banyak pikiran semuanya bergelut menjadi satu di otakku. saat berangkat kuliah biasa-biasa aja sebenarnya karena saat itu pikiran masih tertuju pada satu masalah "PR IPA 2". Yap pr ipa 2 belum selesai aku kerjakan. 

 Masalah muncul ketika datang ke hima, diminta sama ketua dan panitia lainnya untuk mempercepat pencetakan sertifikat. Alasannya karena gak ada biaya buat pengiriman sertifikat dan gak pantes kalo sertifikatnya telat karena ini tingkat DIY Jateng. Nah, ini salah siapa??? salah bersama, kenapa selama ini gak ada rapat2 buat bahas2 masalah kaya gini padahal tinggal besok sabtu acaranya. Posisi ku jadi serba salah saat ketua minta buat ndesak kalo bisa jadi hari Jumat, sementara aku uda kesepakatan kalo gak jadi hari Jumat gapapa. Akhirnya aku sms mas akhmad, tapi kayaknya malah memperumit masalah. Masalah kaya gini selalu aja terjadi di setiap kegiatan, harusnya ada koordinasi dari jauh-jauh hari. 

Apalagi saat curhat sama bu asri tadi, rasanya pengen banget nangis. sebentar, cerita dari awal kuliah ipa 2 aja. Beberapa saat setelah masuk ke dalam lab komp kacamata yang aku taruh di samping meja gak sengaja kena tangan, jatuh dan.... patahlah kacamataku satu-satunya itu. Alhasil selama kuliah ipa2, penglihatan agajk kabur-kabur, gak begitu jelas ditambah lagi pikiran lagi ruwet jadinya gak konsen. Meskipun mata melihat ke arah layar LCD tapi pikiran entah kemana, blank. sampai pada saatnya aku ditunjuk untuk membaca grafik. Aku bilang "gak keliatan bu" 
bu asri:"gak keliatan ya maju sini mbak"