Minggu, 10 April 2011

tukang becak meninggal karena kelaparan*


BANYUMAS- Sudarman (60), warga Kelurahan Purwokerto Wetan, Kabupaten Banyumas Jawa Tengah ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa di atas becak kesayangannya.

Pria ini diduga tewas akibat kelaparan. Pasalnya, Sudarman dikenal warga setempat sebagai seorang yang sangat kekurangan dan tidak punya tempat tinggal. Bahkan, untuk hidup sehari-hari dia bertempat tinggal di becak kesayangannya ini.



Sudarman ditemukan tewas Senin (24/1/2011) sekira pukul 07.00 WIB di kompleks parkir Pasar Wage Purwokerto. Saat itu, seorang warga yang baru saja berbelanja melihat seorang tukang becak dalam posisi mirip orang tidur. Namun karena curiga dengan kondisi becaknya yang menghalangi jalan toko, warga berusaha membangunkan Sudarman yang ternyata telah tak bernyawa.

“Saya tahunya dia lagi tidur lelap, setelah becak disingkirkan karena ada mobil yang mau lewat, eh nggak tahunya sudah meninggal,” ujar Liana, salah seorang saksi kejadian.

Aparat Polres Banyumas yang datang ke lokasi kejadian langsung memeriksa korban. Hasil pemeriksaan aparat dan tim dari Puskesmas Purwokerto tidak ditemukan bekas penganiayaan. Sementara dari becak yang dimiliki Sudarman, polisi menemukan barang bukti jaket, dan minuman jahe susu dalam plastik. Sedangkan di tas kecil milik korban hanya ditemukan kartu pengantar dari desa dan uang koin Rp100.

SUMBER

*Terkadang kita tidak pernah menyadari jika kita selalu menyia-nyiakan rahmat dari Nya, misalnya saja dalam makanan. Seringkali jika kita makan, makanan tidak dihabiskan, membeli makanan yang mahal, padahal di luar sana masih banyak orang-orang yang harus bekerja membanting tulang hanya demi sesuap nasi. Pura-pura buta kah mata hati kita atau tidak peka kah kita dengan sekitar????

Berita di atas adalah salah satu contoh jika mata hati kita telah buta dan tidak bisa peka dengan kehidupan sekitar. Puaskah jika kita bisa membeli makanan mahal, lalu menyisakannya dengan alasan diet lah, gak enak lah, gengsilah. Puaskah kita memakai barang-barang mewah, bersenang-senang menghambur-hamburkan uang,  sementara orang-orang di jalanan memegangi perutnya menahan lapar.

Semoga, Allah membukakan mata hati kita untuk bisa lebih peka dengan kehidupan sekitar. Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar