Bunda senyumanmu perteguh mimpi-mimpiku
Ayah suaramu pertegas perjuanganku
Anakmu bertarung menaklukkan waktu
Mengejar cita-citaku
Jangan menangis bunda tercinta
Anakmu baik di sini
Tak perlu khawatir ayahku sayang
Doakan aku di sini
Tampilkan postingan dengan label Uneg-uneg. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Uneg-uneg. Tampilkan semua postingan
Senin, 29 Agustus 2011
Sabtu, 25 Juni 2011
Selamat Ulang Tahun Adikku
Sehari sebelum hari ulang tahunnya, adikku, mengajukan pertanyaan "besok aku ultah mau kasih kado apa?" Aku yang saat itu sedang ribet dengan materi-materi ujian yang belum selesai ku pelajari hanya menjawab "Gak kasih kado, gak punya uang. Udah sana sana, aku mau belajar." Adikku pergi dengan perasaan kecewa, tapi saat itu aku tidak begitu menghiraukannya, aku masih sibuk dengan materi-materi ujian PPD.
Malamnya, ia kembali bertanya "besok mau kasih kado apa?" Lagi-lagi aku jawab "Gak kasih, gak punya uang." "Yah padahal tahun lalu, begitu aku bangun tidur ada 3 bungkus kado di lemari buku." "Ya, tahun ini gak ada, gak ada uang. Udah sana, aku mau belajar." "Beliin kue tart aja, biar bisa aku makan sama temen-temen" pintanya memelas. "Uhh, minta sama bapak aja, aku gak punya uang." "Uuuhhh" Ia kemudian pergi meninggalkanku.
Kamis, 09 Juni 2011
Sekardus mie, hadiah untuk sang juara
Tergelitik ketika membaca status adik seorang teman di fb yang menginginkan pasang behel sebagai hadiah telah lulus ujian nasional SMP tahun ini. Dia begitu ngotot untuk segera memasang behel, sementara kakaknya ngotot untuk membeli hp. Yah, ababil jaman sekarang, ada trend sedikit aja langsung ikut-ikutan. Karena sekarang ini lagi ngetrend-trendnya behel, makanya banyak yang ngebet banget pasang behel.
Berbeda denganku ketika sekolah dulu. Ketika itu adalah aku masih duduk di kelas 3 SD. Jauh-jauh hari ketika ujian akhir sekolah, aku mengajukan tawaran hadiah jika aku keluar sebagai juara kelas. Jika juara 1 aku minta dibelikan sekardus indomie goreng, 40 bungkus, makanan kesukaanku saat itu. Saat itu aku yakin akan keluar sebagai juara 1, sehinga untuk juara 2 dan 3 aku tidak terlalu memikirkan berapa bungkus indomie yang akan ku minta.
Hingga tibalah saat pengambilan raport, aku keluar sebagai juara 3. Tidak terbayangkan sebelumnya akan keluar sebagai juara 3. Sesampai di rumah pun aku tetap menagih sekardus mie yang pernah aku minta. Namun, karena aku bukan juara 1, maka ibu tidak memberiku sekardus mie, tapi 18 bungkus.
Jika mengingat ini lucu sekali. Hadiah yang biasanya diminta seorang anak adalah tas baru, sepatu baru, namun aku meminta sekardus mie.
Indomie goreng ditambah daun ketela yang masih muda, dan bawang putih, khas buatan bapakku, sungguh nikmat sekali. ehmmm yummmi.....
Langganan:
Postingan (Atom)